I Fathur | berita | 3 Desember 2025 |
Aceh Utara — Kepedulian pasca bencana datang dari tangan muda. Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin membuka bengkel servis kendaraan gratis untuk membantu warga yang kendaraannya terdampak banjir. Layanan ini mulai menerima servis setelah air surut pada 2 Desember 2025, dengan tujuan mempercepat pemulihan mobilitas masyarakat.
Banjir yang sempat merendam permukiman dan akses jalan menyebabkan banyak kendaraan warga mengalami gangguan. Sepeda motor yang terendam air dan lumpur umumnya mengalami masalah pada sistem kelistrikan, bahan bakar, hingga pelumasan. Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan kembali beraktivitas mulai dari keperluan bekerja, hingga mengurus kebutuhan darurat pascabanjir.
Melihat situasi itu, para mahasiswa bergerak cepat menyiapkan layanan bengkel darurat. Mereka memanfaatkan keterampilan vokasional yang dipelajari di bangku kuliah untuk membantu perbaikan kendaraan secara langsung di lapangan. Fokus utama mereka adalah penanganan awal dan perbaikan ringan agar kendaraan aman digunakan kembali.
“Begitu air surut tanggal 2 Desember, warga mulai membersihkan rumah dan mencoba menghidupkan kendaraan. Banyak yang tidak bisa menyala atau terasa berat. Kami buka bengkel ini gratis supaya warga tidak terbebani biaya jasa servis di masa pemulihan,” ujar Hendra, salah satu mahasiswa yang terlibat dan ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Vokasinonal Teknik Mesin

Bapak Islami Fatwa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, Dr. Siraj, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam menerapkan kompetensi vokasional sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Mahasiswa UNIMAL yang datang mengaku terbantu, terutama karena tidak semua bengkel di sekitar lokasi bisa langsung beroperasi normal pascabanjir. “Motor saya mati sejak banjir. Alhamdulillah di sini dibantu dicek, dibersihkan, dan sekarang bisa hidup lagi,” ujar Taufik salah satu korban banjir.
Masyarakat Desa Pulo Rungkom menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian sivitas akademika Universitas Malikussaleh yang hadir langsung membantu proses pemulihan pascabencana. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Tim mahasiswa menyatakan program ini akan berjalan menyesuaikan kondisi lapangan hingga situasi kembali stabil. Mereka juga membuka peluang dukungan dari berbagai pihak termasuk donasi alat, bahan pembersih, maupun bantuan operasional agar layanan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. [MFR]

