I Fathur | berita | 21 Oktober 2025 |
Aceh Utara — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, Taufik Baga Manihuruk, kembali menunjukkan konsistensinya dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh. Pada pelaksanaan 20 Oktober 2025, Taufik berhasil meraih peringkat kedua, setelah sebelumnya pernah menorehkan capaian tertinggi sebagai Juara 1 pada pelaksanaan Pilmapres sebelumnya.
Keberhasilan tersebut turut didukung oleh esai inovatif yang ia presentasikan berjudul: “INOVASI MASKER PINTAR BERBASIS MULTI-LAYER FILTRATION GUNA MEREDUKSI PAPARAN ASAP DAN GAS BAGI PARA PENGGUNA.” Dalam esainya, Taufik mengangkat isu perlindungan diri terhadap paparan asap dan gas yang dapat muncul pada berbagai situasi, mulai dari polusi udara hingga kondisi tertentu yang berisiko bagi kesehatan.
Gagasan “masker pintar” yang ia tawarkan menekankan pendekatan multi-layer filtration (filtrasi berlapis) untuk meningkatkan kemampuan penyaringan, sehingga pengguna memperoleh perlindungan yang lebih optimal. Selain aspek perlindungan, konsep ini juga diarahkan agar penggunaan masker tetap nyaman dan sesuai kebutuhan pengguna di lapangan.
Melalui esai ‘Inovasi Masker Pintar Berbasis Multi-Layer Filtration’, saya ingin menghadirkan gagasan yang lahir dari masalah nyata, yakni kebutuhan perlindungan yang lebih adaptif terhadap paparan asap dan gas bagi para pengguna. Saya berharap ide ini tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga prestasi ini juga menjadi motivasi bagi teman-teman mahasiswa khususnya mahasiswa vokasional untuk berani berkarya, berani bersaing, dan menghadirkan solusi yang berdampak.” ujar Taufik
Ajang Pilmapres menjadi ruang kompetitif bagi mahasiswa untuk menunjukkan prestasi akademik, kemampuan berpikir kritis, serta kualitas gagasan yang solutif. Dalam proses seleksi dan penilaian, peserta dituntut mampu memadukan capaian akademik, kemampuan presentasi, serta relevansi karya tulis/ide terhadap persoalan nyata.
Capaian Taufik ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bidang vokasional juga mampu tampil unggul melalui inovasi yang aplikatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Prestasi yang diraih dua kali berturut ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, memperkuat budaya ilmiah, dan melahirkan inovasi yang berdampak. [MFR]

